Articles written by Me

Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 20 February 2008

Plastik Ziploc (plastik yang bagian atasnya mempunyai perekat jenis tekan yang terbuat dari plastik yang agak tebal) banyak sekali kegunaannya dan mudah didapat di pasaran dengan berbagai ukuran. Kegunaannya pun beraneka ragam, sesuai dengan kebutuhan kita sehari-hari di rumah, untuk saya pribadi plastik ini amat sangat membantu terutama di dapur.

Karena ada perekat jenis tekannya, harga plastik Ziploc ini pun lebih mahal karena memudahkan cara penggunaannya mau pun membantu cara penyimpanan. Agar pemakaian plastik ini lebih lama dan tidak hanya sekali pakai, plastik dapat dicuci – hanya saja cara pengeringannya agak sedikit merepotkan. Berikut adalah cara mudah mengeringkannya, cara ini juga berlaku untuk jenis plastik biasa lainnya. Cara ini juga dapat membantu mengurangi perusakan lingkungan.

Perhatikan photo di atas, siapkan beberapa sumpit dan wadah yang dapat menampung sumpit-sumpit tersebut. Lalu sisipkan satu persatu plastik yang akan dikeringkan setelah dicuci. Sekarang plastik-plastik itu pun dapat digunakan kembali.

Semoga tips ini dapat membantu para Moms di rumah dan selamat mencoba !


(Sylvie Gill)

Photo : Barang-barang pribadi


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Menghilangkan noda lilin pada kainOct 26, '07 1:47 AM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 25 Octoberr 2007

Noda lilin adalah salah satu jenis noda yang sulit dihilangkan, karena kandungan minyaknya. Jika hal ini terjadi pada taplak meja kesayangan kita, tentunya sangat disayangkan. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan noda lilin:

Jika noda lilin cukup banyak dan tebal, contohnya dari jenis lilin panjang yang biasanya dinyalakan dan diletakan pada wadah lilin kesayangan Moms di rumah. Lelehan lilin biasanya mengeras dan menggumpal. Kain yang ternoda lilin yang menggumpal sebisa mungkin dikupas dan yang tertinggal adalah noda lilin yang berlapisan tipis.

Kemudian panaskan setrika dengan suhu yang disesuaikan dengan jenis kain yang telah terkena noda lilin tadi. Lalu ambil beberapa helai kertas tisu yang biasa dipakai di dapur, jenisnya jauh lebih tebal dari jenis tisu biasa. Setelah itu setrika noda yang terlebih dahulu dilapisi tisu dapur bagian atasnya. Suhu panas dari setrikaan akan melumerkan noda lilin dan tisu dapur berfungsi sebagai penyerap cairan lilin yang telah lumer.

Sekarang taplak atau pun kain yang terkena noda lilin tadi pun bersih kembali.

Semoga tips ini berguna dan selamat mencoba !


(Sylvie Gill)

Sumber : Mrs. Lucyana B. Burtin
Photo : Barang-barang pribadi


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Membersihkan Bagian Bawah PanciSep 26, '07 10:59 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 27 September 2007

Kerap kali jika hanya menggoreng makanan dalam jumlah sedikit, saya menggunakan panci kecil yang lapisan bagian bawahnya tebal. Hal ini saya lakukan dengan mempertimbangkan jumlah minyak yang diperlukan, tentu tidak sebanyak menggunakan penggorengan dan dapat dijamin, makanan yang digoreng akan teredam dalam minyak secara keseluruhan dan hasil akhirnya juga memuaskan.

Nah, si panci kecil inilah yang kerap kali setelah digunakan beberapa kali akan timbul lapisan berwarna coklat yang lama kelamaan akan semakin tebal dan sulit dibersihkan dengan sabun mau pun cairan pembersih lainnya. Sedih sekali melihat si panci cukup mahal harganya itu berlapiskan kotoran dan ingin sekali panci tersebut selalu mengkilap. Akhirnya dunia maya pun dijadikan tempat untuk mendapatkan informasi tentang cara membersihkan bagian bawah panci. Berikut adalah tips yang Saya dapatkan, tanpa menggunakan sabun dan kotoran pun lepas dengan sendirinya.

- Siapkan sebuah panci yang lebih besar dari panci yang ingin dibersihkan.
- Masukan panci yang ingin dibersihkan ke dalam panci yang lebih besar.
- Tuang air panas ke dalam panci besar, sampai menutupi bagian bawah panci kecil di atasnya.
- Tuang 2 sendok makan baking soda untuk kira-kira setiap 1 liter air di dalam panci besar.
- Biarkan sampai semua kotoran lepas dengan sendirinya.

Catatan : Jika kotoran yang menempel tidak mau lepas, taruh panci besar yang berisi panci kotor di atas kompor dan biarkan mendidih sampai kotoran lepas dengan sendirinya.

Semoga tips ini dapat membantu para Moms di rumah dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber : Internet dan dipraktekan sendiri
Photo : Barang-barang pribadi


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Melepaskan Sellotape dari DindingSep 13, '07 3:20 AM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 13 September 2007

Si kecil sudah mulai gemar menggambar dan mewarnai dan ingin hasil karyanya dipasang di dinding kamarnya mau pun di ruangan lainnya ? Salah satu cara termudah adalah menempel hasil karya mereka dengan menggunakan sellotape. Tetapi kadang kendala yang kita hadapi setelah beberapa lama sellotape menempel pada dinding, ketika akan dilepaskan sering kali meninggalkan noda. Bahkan kadang pewarna dinding pun turut terkelupas..

Hal ini dapat disiasati dengan mudah, yaitu dengan cara menghangatkan sellotape dengan menggunakan mesin pengering rambut (hair dryer). Sellotape akan menjadi lembut, daya rekatnya akan berkurang dan dapat dengan mudah dilepaskan dari dinding tanpa meninggalkan noda.

Jadi tetaplah memajang hasil kerja si kecil di rumah agar tumbuh rasa kebanggaan dan semakin memicu dirinya agar semakin rajin menggambar ataupun melakukan banyak kegiatan art and craft lainnya.

Semoga tips ini dapat membantu para Moms di rumah dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber : Mrs. Lydia Harlan – Fuchs, seorang sahabat di Leverkusen, Jerman
Photo : Barang-barang pribadi


Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 1 August 2007

Apakah sepatu olahraga dari anggota keluarga di rumah ada yang mengeluarkan bau tak sedap ? Berikut adalah tip menghilangkan bau tak sedap yang kerap sulit dihilangkan meskipun sepatu telah dicuci bersih.

Pastikan sepatu olahraga dalam keadaan kering, ambil 2 sendok teh sampai dengan 1 sendok makan soda kue (baking soda) untuk 1 sepatu. Banyaknya soda kue disesuaikan dengan ukuran sepatu tentunya. Taburkan soda kue ke dalam sepatu dan biarkan selama satu malam.

Keesokan harinya, cara yang paling ampuh untuk menghilangkan soda kue adalah dengan menyedotnya dengan menggunakan mesin penyedot karpet . Tetapi jika tidak ada, sepatu dapat dibersihkan dengan cara manual seperti dibentur-benturkan ke lantai untuk menghilangkan serbuk soda, dan sebagai tahap penyelesaian akhir dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi bekas yang kering.

Sekarang sepatu olahraga akan bebas tadi bau tak sedap.

Semoga memberikan inspirasi dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber : Mrs. Lydia Harlan – Fuchs, seorang sahabat di Leverkusen, Jerman
Photo : Barang-barang pribadi


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Menyimpan GiwangJul 4, '07 9:47 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 4 July 2007

Tips ini sangat berguna untuk Moms yang mempunyai koleksi giwang (anting model tusuk) – cara menyimpannya tentu tergantung selera masing-masing. Ada juga yang menyimpannya hanya dalam satu wadah dicampur bersama giwang-giwang lainnya.

Ketika kita sedang tergesa-gesa, misalnya ada acara mendadak dan ingin memakai giwang yang cocok dengan baju yang dikenakan, tetapi kesulitan mencari giwang yang hendak dipakai karena harus mengaduk dulu wadah tempat giwang terutama untuk mendapatkan giwang yang berukuran kecil – rasa hilang kesabaran pun mulai muncul.

Lihatlah photo di atas – koleksi giwang disematkan pada kancing baju.

Tidak perlu membeli kancing baru. Kancing dari baju lama pun dapat didaur ulang atau jika Moms membeli baju baru, biasanya ada persediaan kancing ekstra yang menempel pada baju baru tersebut. Kumpulkan kancing-kancing ekstra tersebut dan dapat menjadi tempat menyimpan koleksi giwang kita. Dalam waktu bersamaan – persediaan kancing ekstra juga terjaga keutuhannya, yang dapat dipergunakan sewaktu-sewaktu.

Semoga memberikan inspirasi dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber : Pengalaman pribadi
Photo : Barang-barang pribadi


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Mendaur Ulang Wadah SelaiJun 7, '07 3:46 AM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 7 June 2007

Moms mempunyai banyak aneka wadah bekas selai yang berbentuk botolan dan ingin dijadikan wadah untuk menyimpan aneka bumbu atau pun benda lainnya tetapi terlihat kurang cantik karena pada wadah tersebut masih menempel merek/label yang kebanyakan sulit untuk dilepaskan ?.

Berikut tips yang dapat kita lakukan untuk melepaskan merek/label yang kebanyakan menggunakan lem dengan daya lekat tinggi tanpa harus mengupas mau pun melepaskan merek/label tersebut secara paksa.

Lihatlah contoh di atas: Isi wadah bekas selai dengan air. Kemudian siapkan sebuah baskom berisi air dan rendam wadah selai. Jika wadah mengapung karena kemasan terbuat dari plastik contohnya, beri pemberat di atasnya seperti yang tampak pada photo di atas. Rendam sampai merek/label terlepas dengan sendirinya. Tentunya lamanya waktu perendaman tidak dapat ditentukan, karena jenis lem yang digunakan di pasaran bermacam-macam.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Jika merek/label sudah terlepas – wadah kemasan pun sudah dapat digunakan sesuai keperluan Moms di rumah dan dapat dihias dengan diberi label cantik. Pada contoh di atas, wadah bekas selai yang sudah mulus sudah menjelma menjadi tempat aneka bumbu yang cantik yang dapat menjadi hiasan di dapur.

Semoga memberikan inspirasi dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)


ReviewReviewReviewReviewReviewTips: Mempercantik Tas Warna PolosMay 9, '07 9:09 PM
for everyone
Category:Other
Published in We are Mommies Homepage
Date: 10 May 2007 Edition

Suatu ketika Moms harus menghadiri sebuah acara mendadak misalnya, dan tidak mempunyai tas yang cocok dengan pakaian yang akan dikenakan. Lihat photo di samping ini, kiranya dapat memberikan inspirasi untuk kita semua dan membantu menyelesaikan persoalan tas yang akan dipergunakan.

Jika Moms mempunyai sebuah tas polos dengan warna kesukaan masing-masing, tas tersebut dapat kita percantik hanya dengan menambahkan aneka hiasan tambahan.

Sebagai contoh, tas yang digunakan kali ini berwarna hitam polos yang dengan harga yang sangat terjangkau didapat di pasaran. Seandainya hanya dapat menemukan tas dengan model yang disukai tetapi terdapat label merek mau pun hiasan kecil lainnya dapat kita siasati dengan mudah. Label merek dapat kita tanggalkan, hiasan kecil lainnya pun dapat dihilangkan atau langsung ditutupi dengan aneka hiasan yang Mom sukai.

Photo di atas sebuah bross berbentuk bunga mawar yang terbuat dari bulu-bulu sintetis berwarna abu-abu menghiasi tas hitam polos. Cocok dipakai untuk acara malam dan bros mawarnya dapat dipadu-padankan dengan pakaian yang Mom kenakan untuk menghadiri acara yang agak resmi tertentu.

Photo di bawahnya, sebuah gantungan kunci dengan warna berani berkilau yang digantungkan pada resleting tas. Kali ini tas hitamnya tampil menjadi sebuah tas dengan tema casual yang akan cocok jika dipadu-padan dengan celana/rok jeans dan atasan polos putih misalnya, tas dapat dipakai untuk acara-acara tidak resmi mau pun lainnya.

Tas hitam polos pun sekarang berubah menjadi cantik dan dapat dipergunakan untuk acara resmi mau pun casual.

Mulai sekarang jika Moms sedang bepergian dan melihat aneka bros, gantungan kunci, gantungan HP yang cantik dapat dikoleksi untuk dijadikan hiasan tas.

Semoga memberikan inspirasi dan selamat mencoba !



(Sylvie Gill)

Sumber : Pengalaman pribadi
Photo : Barang-barang pribadi


Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : 12 April 2007

Lihatlah photo di samping ini. Cantik sekali kaos kaki dan penjepit rambut si Upik bukan ? Selain murah, mudah dalam proses pembuatan dan yang paling penting hiasan ini memberikan kepuasan tersendiri ketika melihat buah hati kita memakainya dan juga akan menjadikan kenangan yang indah ketika si Upik sudah beranjak besar nanti.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah : mampir ke toko yang menjual keperluan untuk menjahit. Aneka renda, hiasan baju dalam bentuk aplikasi bordir mau pun sulaman banyak sekali dijual. Modal lainnya adalah kaos kaki polos yang berenda dan penjepit rambut model tekan seperti yang terlihat pada photo di atas.

Jahit renda-renda yang telah dipilih sesuai selera Moms pada kaos kaki dengan menggunakan benang jahit. Sama halnya dengan renda yang harus disematkan pada penjepit rambut. Jika bagian dasar hiasan cukup lebar, maka Moms hanya perlu menempelkannya dengan menggunakan lem jenis power glue. Sementara itu jika ukuran dari model hiasannya tidak memungkinkan untuk dilem, jahitlah dengan menggunakan benang jahit agar dapat menempel dengan cantik dan kokoh pada lubang yang ada pada penjepit rambut model tekan tersebut.

Hal ini juga dapat Moms lakukan pada bando si Upik dengan menempelkan hiasan renda dan sejenisnya agar senada dengan kaos kakinya. Selain kaos kaki, penjepit rambut dan bando, hiasan juga dapat Mom lakukan pada baju terusan polos si Upik agar semuanya menjadi senada.

Jadilah sekarang penampilan si Upik yang bertambah cantik dan biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih rendah jika dibandingkan membeli kaos kaki, jepit rambut, bando siap pakai yang banyak dijual di pasaran.

Semoga memberikan inspirasi dan selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber : Pengalaman pribadi
Photo : Barang-barang pribadi

------------

Ssst... barang-barang di atas punya Kaka Cemara. Pas bebenah mau pindahan ke Hanoi kemarin, lihat lagi semuanya dan beneran bikin Syl tersipu-sipu, ingat jaman dia masih mungil dulu. Ohhh.... If I could turn back the time, I would love to see her wearing all these stuff again ....


ReviewReviewReviewReviewReviewTips : Merawat Pakaian Dalam Bagian AtasFeb 14, '07 10:14 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : 13 February 2007

Akhirnya usai sudah masa pencarian pakaian dalam bagian atas yang rasanya sungguh sangat nyaman dipakai. Dimulai dengan kelenturan bentuknya yang tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu ketat, serasa dapat menempel pada tubuh dengan sempurna, belum lagi jenis bahannya yang dapat menyerap keringat di kala kegiatan sehari-hari sedang giat-giatnya.

Nah, kalau sudah mempunyai jenis pakaian dalam bagian atas yang seperti ini, dimana kadang harganya pun tidaklah murah tentu kita ingin sekali dapat memeliharanya agar dapat dipakai dalam jangka waktu lama.

Tentu saja masa pemakaian dari pakaian dalam bagian atas kita ini tidak akan bertahan untuk selamanya, tetapi jika kita dapat mengikuti instruksi cara perawatannya dengan seksama, masa pakainya dapat diperpanjang. Menurut sebuah catatan data statistik, rata-rata pakaian dalam bagian atas kita yang biasa dipakai sehari-hari dapat bertahan kurang lebih 6 bulan hingga 1 tahun. Ingin agar pakaian dalam bagian atas kita awet dan tahan lama ? Berikut adalah tips cara merawatnya:

Instruksi pencucian
Cucilah pakaian dalam bagian atas kita setiap habis dipakai. Perhatikan juga bahwa, cairan seperti minyak wangi, lotion dan deodorant dapat memberikan noda pada bahan dasar pakaian dalam bagian atas yang biasanya terbuat dari jenis bahan yang sangat halus. Perpaduan cairan minyak wangi, dan lainnya dengan keringat tubuh kita dapat menyebabkan mengendurnya bahan elastis / karet dari pakaian dalam bagian atas. Pencucian secara teratur dapat mencegah terjadinya pengenduran bahan elastis tersebut. Ingat juga bahwa pabrik pembuat pakaian dalam sungguh sangat mengerti akan hal ini. Oleh karenanya ikutilah instruksi yang biasa tertera pada label yang menempel pada bagian belakang pakaian dalam bagian atas kita.

Mencuci dengan cara manual
Isi sebuah ember kecil dengan air dingin secukupnya dan sabun deterjen.
Kucek secara perlahan dan jangan merendamnya lebih dari 5 menit.
Bilas dengan air dingin hingga bersih, lalu peras hingga tetesan air habis.
Keringkan dengan menyerap sisa air dengan handuk dengan cara menekan-nekannya.
Gantung hingga kering.

Mencuci dengan mesin
Pastikan semua pakaian dalam bagian atas dimasukan terlebih dahulu ke dalam lingerie bag (kantong khusus untuk pakaian dalam yang dapat dibeli di supermarket terkemuka). Hal ini untuk mencegah terjadinya, kawat pakaian dalam kita menjadi bengkok, tergores maupun menjadi kusut dan terjebak di antara pakaian lain ketika mesin cuci berputar. Atur mesin cuci diatur pada putaran yang paling rendah.

Bahan khusus - Dry Cleaning
Ada beberapa pakaian dalam bagian atas yang terbuat dari bahan khusus dan tentunya tidak dapat dicuci dengan menggunakan mesin mau pun tangan. Jika instruksi dari pabrik menyatakan bahwa pakaian dalam bagian atas tersebut harus dicuci dengan cara di dry cleaning (dikirim ke binatu), ikutilah saran ini demi kelangsungan masa pakai pakaian dalam bagian atas kesayangan kita.

Cara Pengeringan
Menurut informasi dari bagian pelayanan bagi pembeli di toko pakaian dalam terkenal merek Victoria Secret : "Pakaian dalam bagian atas harus selalu digantung dalam proses pengeringan’. Proses pemanasan dari mesin pengering dapat merusak bahan elastiknya. Hal yang sama juga akan merusak bahan katun, kawat bahkan suhu panasnya dapat membuatnya menjadi menciut. Setelah dicuci, biasakan menggantungnya hingga kering. Jauhi juga dari panas sinar matahari yang dapat memudarkan warna aslinya bahkan dapat membuat warna dasar seperti warna putih menjadi kecoklatan. Sekali lagi, ingatlah untuk selalu membaca instruksi yang biasanya menempel pada bagian belakang pakaian dalam bagian atas. (Sylvie Gill)

Sumber : Dari berbagai sumber di internet




ReviewReviewReviewReviewReviewApakah Moms Kerap Menunda Pekerjaan ?Jan 17, '07 6:15 AM
for everyone
Category:Other


Published at : We Are Mommies Homepage
Date : 17 January 2007

Oh… rasanya sulit untuk dipercaya, saya telah menundanya selama itu !

Apakah ungkapan di atas sering terjadi di keseharian para Moms ?

Mungkin hal yang telah ditunda menyangkut hal-hal seperti deadlines di kantor yang telah disanggupi sebelumnya, proposal yang mestinya harus selesai tepat waktu, rencana menata ulang semua lemari pakaian di rumah, mencari informasi dari agen perjalanan untuk acara liburan, rencana mengatur semua bahan kering di dapur dengan masing-masing mewadahinya secara rapi dan berlabel, merubah kamar kosong menjadi sebuah ruang kerja cantik di rumah dan masih banyak lagi rencana-rencana lainnya yang ada di angan.

Tanpa disadari hal-hal tersebut di atas tertunda, dan akan merasa takjub dengan lamanya hal tersebut ditunda ketika sadar. Sementara itu hal-hal yang tidak dapat ditunda lagi terpaksa segera dikerjakan, pontang-panting agar dapat terselesaikan dengan tenggang waktu seadanya yang dimana hasil akhirnya tentu tidak akan maksimal dan menjadikan kita sebagai insan yang tidak puas akan hasil kerja diri sendiri atau dapat dikatakan gagal dalam menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Mungkin ada beberapa pekerjaan tertunda di atas yang belum mengecewakan orang-orang di sekitar kita tetapi hal ini sudah menunjukkan dengan jelas bahwa kebiasaan menunda sudah mulai ada di dalam diri kita.

Kata ‘menunda’ mungkin terdengar sepele. “Ah, besok saja diselesaikannya!”. Dan kata besok pun berganti menjadi esok lusa, lalu berubah menjadi pekan depan, memanjang lagi menjadi bulan depan dan tanpa kita sadari bahkan tertunda hingga bertahun-tahun.

Menunda adalah adalah sebuah proses mengesampingkan suatu hal yang mestinya dapat diselesaikan pada waktu tertentu dengan alasan yang berbeda-beda. Menunda terdengar bukanlah suatu hal yang serius dan sekali lagi, sepele. Tetapi jika dibiarkan hal ini akan menjadi sebuah rutinitas dan kebiasaan buruk dan jika telah larut secara terus menerus kebiasaan ini menurut para ahli psikologis mengkategorikannya sebagai mental disorder.

Menurut William Knaus, seorang psikolog di Longmeadow Massachusetts yang mendalami kebiasaan menunda untuk menolong orang-orang dengan kebiasaan buruk ini mengatakan bahwa sikap menunda ini bukannya tidak disadari oleh para pengindapnya tetapi karena telah terbiasa, tentunya tidak menyadari akan kebiasaan buruk tersebut.

Beliau memberi banyak contoh akan kebiasaan buruk menunda lainnya seperti, menunda berminggu-minggu untuk membayar tagihan kartu kredit hasilnya tentu kita semua telah ketahui, mengirim pakaian sutera untuk dicuci secara khusus ke binatu langganan – sebuah pekerjaan sepele tetapi tetap tidak dapat kita lakukan. Pakaian sutera itu pun teronggok berbulan-bulan di kursi belakang mobil, dan masih banyak hal lainnya yang terkadang terdengar sangat sederhana dan ditunda.

Mengapa ditunda ? Nah, pertanyaan ini tentu kerap muncul. Alasan seseorang untuk menunda pada dasarnya melibatkan beberapa faktor yang dihindari seperti rasa ketidak nyamanan, rasa bosan, rasa kecewa, rasa terberati jika melakukan hal tersebut, rasa kebingungan dan rasa malu. Salah satu contoh : mana yang akan Mom pilih ? berselancar di dunia maya membaca topik menarik atau menata ulang kamar, lemari pakaian dan mainan anak-anak yang super berantakan ? Beberapa contoh lainnya yang cukup kronis adalah menunda untuk mengisi bensin kendaraan keesokan harinya yang kerap membuat masalah dengan kehabisan bensin di tengah perjalanan di jalan raya bebas hambatan, atau saluran telepon yang diputus oleh pihak Telkom karena selalu menunda pembayaran. Alasan menunda hal-hal tersebut beraneka ragam.

Jika tanda-tanda kebiasaan kerap menunda sudah mulai terlihat ada dalam diri para Moms, bagaimana cara menghilangkannya ? Berikut saran-saran dari para ahli agar dapat ditanamkan :

Fokus
Fokuskan pikiran pada suatu kegiatan yang harus diselesaikan dan bukan pada faktor ketidaknyamanan yang akan dilalui mau pun hasil dari kegiatan itu sendiri.

Kalahkan Rasa Malu
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada koneksi antara mereka, sang penunda dengan rasa malu. Para peneliti menyatakan, mereka yang kerap menunda suatu kegiatan sebenarnya mereka sudah mengetahui akan timbulnya kemungkinan rasa malu dari kegiatan yang mereka harus kerjakan. Jika akan berhadapan dengan kegiatan atau pun tugas yang kurang mengenakkan, jalan keluarnya adalah fokuskan pikiran pada kegiatan itu secara seksama dan bukan pada perasaan kita (rasa malu dll), begitu menurut June Tangney, seorang Profesor ilmu Psikologi dari Universitas Goerge Mason di Amerika.

Merinci Langkah Yang Harus Dikerjakan
Bagi para penunda jika menghadapi hal-hal yang harus diselesaikan tetapi terkesan membebani, mereka cenderung menunda hal-hal tersebut. Hal ini dikarenakan akan memberikan rasa kekhawatiran dan kebingungan pada diri mereka. Jalan keluarnya adalah merinci setiap tugas yang dikerjakan selangkah demi selangkah agar jalan pikiran tetap fokus dan tugas pun dapat terselesaikan.

Hadiahi Diri Sendiri
Misalnya saja Moms telah berhasil menyelesaikan pekerjaan yang sangat menjemukan sekali seperti, menyeterika pakaian yang telah ditumpuk selama 2 pekan. Hadiahilah diri Moms dengan sesuatu yang merupakan kegemaran diri kita, misalnya pergi creambath ke salon langganan.

Menunda yang Produktif
Jika memang tidak ada pilihan lagi dan tetap harus menunda, mungkin dapat mencoba untuk menunda beberapa saat tetapi tetap produktif. Misalnya saja, jadwal deadline untuk memasukkan tulisan untuk We Are Mommies sudah dekat, tetapi anak dan suami minta untuk dibuatkan kue kegemaran mereka dan kamar mandi menunggu untuk dibersihkan. Buatkanlah kue kegemaran keluarga terlebih dahulu, sambil memikirkan topik tulisan yang akan ditulis. Setelah kue selesai, coba rinci poin-poin yang akan menjadi bahan tulisan yang dipikiran ketika membuat kue tadi – hal ini mempercepat proses penulisan. Jika telah selesai, kamar mandi pun dapat segera dibersihkan. (Sylvie Gill)

Sumber :
Artikel - Do you put things off ? by Hagar Scher
Image dari Parent-Institute.com



ReviewReviewReviewReviewReviewYogurt, Si Asam Yang Sarat ManfaatJan 17, '07 6:09 AM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : 19 December 2006

Yogurt adalah produk Dairy yang sarat akan manfaat. Selain kaya akan kalsium dan protein, yogurt juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh - hal ini ditegaskan oleh penelitian yang dilakukan oleh Dr. Simin Nikbin Meydani, Ph.D. seorang professor bidang Nurtrisi dari Universitas Tufts di Amerika dalam penelitiannya untuk American Journal of Clinical Nutrition.

Menurut Dr. Meydani, mengkonsumsi yogurt secara teratur dapat melindungi sistim pencernaan kita dari berbagai gangguan penyakit. Beliau juga menyimpulkan bahwa yogurt dapat berperan sebagai pelindung yang bersifat anti infeksi. Porsi jumlah yogurt yang dikonsumsi secara meningkat juga dapat membantu meningkatkan tingkat kekebalan tubuh guna menangkal penyakit kanker dan infeksi sekitar saluran pencernaan. Hal ini sebabkan oleh bakteri yang hidup dan aktif yang ditemukan di dalam yogurt yang juga biasa disebut LAC (Live and Active Cultures).

Berikut adalah rangkuman manfaat dari mengkonsumsi yogurt secara teratur setelah dilakukan riset oleh para pakar di bidangnya :

1. Meningkatkan sistim kekebalan tubuh
2. Menjadi salah satu alternatif sumber kalsium lainnya di samping susu, terutama untuk orang-orang yang alergi terhadap laktosa yang terkandung di dalam susu.
3. Bakteri aktif yang terkandung dalam yogurt dapat membasmi bakteri yang menyebabkan infeksi jamur pada organ wanita.
4. Dapat mencegah timbulnya penyakit kanker usus dan gangguan lainnya dalam sistim pencernaan.
5. Menggantikan susu yang merupakan sumber kalsium yang sangat vital bagi pertumbuhan anak-anak yang alergi akan produk Dairy.
6. Dapat menurunkan berat badan dengan jumlah kandungan kalsium di dalamnya yang dapat membantu tubuh untuk membakar lemak,

Yogurt dapat dibeli di toko-toko serba ada, terutama produk impor yang rasanya sangat variatif, hanya saja harganya yang mungkin agak menguras dompet jika harus menghadirkan yogurt secara teratur dalam menu sehari-hari. Nah, berikut cara membuat yogurt sendiri yang dapat dengan mudah dipraktekkan di rumah :

Bahan:
1 liter susu (jenis susu murni biasa dapat digunakan, maupun yang dijual dalam kemasan)
200 ml yogurt plain, tanpa rasa (dapat dibeli di toko-toko serba ada)

Cara Membuat:
Panaskan susu hingga suhunya mencapai hangat-hangat kuku, lalu angkat.
Diamkan agar susu mencapai suhu ruang.
Lalu campurkan yogurt plain ke dalam susu yang telah mencapai suhu ruang.
Aduk rata, lalu kemas dalam dalam wadah tertutup.
Letakan wadah di tempat yang paling hangat di rumah Anda.
Jika cuaca tidak memungkinkan, bungkus wadah dengan handuk atau selimut tebal.
Diamkan selama 4 jam – 8 jam. (semakin lama rasa yogurt akan menjadi semakin asam – sesuaikan dengan selera keluarga)
Kemudian simpan yogurt dalam kulkas, dan siap disantap.

(Sylvie Gill)

Sumber : disadur dari berbagai sumber di internet.
Resep : Cara Membuat Yogurt didapat dari Diskusi Milis Natural Cooking Club
Photo : dokumen pribadi


ReviewReviewReviewReviewReview5 Resep Saus SaladOct 12, '06 12:37 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We Are Mommies
Date : October 11, 2006

Dalam waktu 2 minggu ke depan hari Raya Idul Fitri akan segera tiba, keinginan untuk mencicipi hidangan khas Lebaran pun sangat kita nantikan. Tetapi jika sudah 3-4 hari menyantap hidangan Lebaran yang kebanyakan mengandung santan, sepertinya sedikit demi sedikit akan membuat kita jenuh – apalagi jika jadwal silaturahmi ke kerabat masih panjang.

Salah satu jalan keluarnya adalah menyantap aneka salad dapat menjadi alternatif menu kita di rumah, sebelum mengunjungi kerabat dan disuguhi hidangan Lebaran lagi.

Berikut 5 resep saus salad yang dapat dicoba:

1. Basic Vinaigrette
- 60 ml white-wine vinegar
- 1 sdm Dijon mustard
- 180 ml extra-virgin olive oil
- Merica sesuai selera
- Gula sesuai selera
- Garam sesuai selera

Aduk cepat vinegar, mustard dan gula. Lalu bubuhi dengan garam dan merica. Secara perlahan tambahkan olive oil, lalu aduk rata. Atau masukan campuran ke dalam sebuah wadah selai bekas, tutup rapat dan kocok hingga tercampur rata.

Tambahan : Jika suka, tambahkan bawang merah, daun kemangi, atau daun ketumbar yang telah dicincang halus

Hidangkan saus yang satu ini dengan kukusan sayuran kesukaan anda, seperti buncis, asparagus, brokoli atau pun kentang rebus.


2. French Dressing
- 60 ml white-wine vinegar
- 60 ml saus tomat
- 70 ml olive oil
- 1 sdm gula
- 2 sdt bubuk paprika
- 1 sdt saus inggris
- Garam sesuai selera

Aduk cepat vinegar, saus tomat, gula, bubuk paprika dan saus inggris. Bubuhi garam dan aduk kembali. Masukan olive oil secara perlahan dan aduk sampai saus tercapur rata.

Hidangkan Saus French dengan campuran sayuran hijau kegemaran Anda, juga menjadi teman yang cocok dengan potongan tomat dan ketimun atau dapat menjadi saus jika anda membuat ikan baker.


3. Ranch Dressing
- 70 ml low-fat buttermilk
- 70 ml reduced-fat sour cream
- 1 sdm cider vinegar
- 1 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sdm bawang merah, cincang halus
- Merica
- Garam

Aduk cepat buttermilk, sour cream dan cuka. Lalu masukkan bawang putih dan bawang merah. Bubuhi garam dan merica hingga sesuai dengan lidah anda.

Hidangkan Saus Ranch dengan daun Selada jenis Iceberg atau untuk saus pendamping aneka gorengan kesukaan Anda.


4. Caesar Dressing
- 60 ml perasan jeruk lemon
- 60 ml light mayonnaise
- 4 sdm parutan keju Parmesan
- 1 siung bawang putih, cincang halus

Campur semua bahan di atas dengan mesin Blender hingga mengental dan lembut.

Hidangkan Saus Caesar dengan daun Selada jenis Romaine atau sayuran hijau lainnya yang crispy. Dapat juga disajikan sebagai teman udang atau ayam panggang.


5. Blue Cheese Dressing
- 60 ml light mayonnaise
- 60 ml reduced-fat sour cream
- 60 ml air dingin
- 1 sdm red-wine vinegar
- 1 sdm bawang merah, cincang halus
- ½ cup blue cheese
- Garam
- Merica

Aduk cepat mayonnaise, sour cream, cuka dan air dingin. Masukkan bawang merah yang telah dicincang halus dan blue cheese. Haluskan blue cheese yang menggumpal dengan sendok. Aduk rata dan bubuhi garam dan merica sesuai dengan selera anda.

Hidangkan Saus Blue Cheese dengan daun Selada jenis Romaine atau Iceberg atau bahkan akan menjadi teman yang cocok sebagai topping untuk baked potatoes.

(Sylvie Gill)

Sumber : Everyday Food, from the kitchen of Martha Steward Living, No. 35 / September / 2006





ReviewReviewReviewReviewReviewHomemade ToysOct 12, '06 12:32 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We are Mommies
Date : October 11, 2006

Kalau diperhatikan secara seksama sering kali anak-anak kita lebih asyik bermain dengan kardus bekas ukuran besar yang dijadikan mobil-mobilan, sabun cair yang dicoba mereka untuk dibuat bubbles atau pun kain jarik/selimut yang dijadikan tenda-tendaan misalnya dari pada mainan mahal yang dibeli dari toko. Mengapa tidak mencoba membuat aneka mainan sendiri di rumah bersama mereka ?

Berikut beberapa alternatif mainan yang bisa kita buat sendiri di rumah bersama si kecil di akhir pekan misalnya :

Menggambar dengan Shaving Cream**
- Ambil shaving cream dan semprotkan ke atas wadah sejenis nampan.
- Teteskan pewarna makanan ke beberapa jumputan shaving cream dan aduk hingga rata.
- Anak-anak dapat menggambar dengan menggunakan jari atau bahkan kuas gambar di atas kertas.
** Perhatikan dan pastikan anak-anak tidak memakan shaving cream.

Noodles Necklaces
- Siapkan bahan : pasta yang tengahnya berlubang, benang / tali, pewarna makanan.
- Warnai pasta dengan pewarna makanan.
- Setelah kering, pasta yang telah diwarnai dapat dirangkai menjadi kalung.

Playdough
- Buka resep cara membuat playdough sendiri yang ada di Ruang ‘Tangan Kreatif’ edisi 16 Agustus 2005.

Maizena Finger Paint
- Siapkan bahan : 3 sdm gula, 8 sdm tepung maizena, 480 ml air dingin, pewarna makanan, cairan cuci piring secukupnya.
- Campur gula dan maizena di atas penggorengan Teflon di atas api sedang. Tambahkan air dingin dan aduk sampai tercampur merata dan mengental.
- Bagi adonan ke dalam 4 atau 5 wadah dan warnai masing-masing wadah dengan pewarna makanan dan sedikit cairan pencuci piring. Aduk rata dan biarkan dingin.
- Simpan dalam wadah tertutup rapat untuk penggunaan selanjutnya.

Jello Finger Paint
- Siapkan 1 porsi agar-agar jello rasa apa saja dan campurkan dengan air mendidih.
- Campurkan sampai kekentalannya sesuai untuk anak-anak membuat finger paint.

Giant Bubbles
- Siapkan bahan 120 ml air, 120 ml sabun cuci cair, 1 sdm minyak goreng.
- Campur semua bahan dan aduk rata.
- Cairan untuk membuat bubbles pun siap dipergunakan.


Selamat mencoba !

(Sylvie Gill)

Sumber: Disadur dari berbagai sumber di internet.


ReviewReviewReviewReviewReviewDampak TV Terhadap Daya Imaginasi AnakJul 12, '06 12:12 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : 12 July 2006
By : Sylvie Gill

Kenakalan anak-anak kerap membuat para orang tua sakit kepala, salah satu kiat yang diambil adalah membelikan mereka aneka DVD / VCD film kartun yang ada banyak di pasaran. Minimal dalam kurun waktu 1-2 jam mereka dapat duduk diam barang sejenak di depan televisi dan kita sebagai orang tua dapat menarik napas sesaat untuk beristirahat dari kesibukan rutin sehari-hari. Apalagi setelah hari yang panjang dan melelahkan di kantor, begitu tiba di rumah pun hari sudah menjelang larut dan si kecil mulai menunjukkan berbagai gelagat guna menarik perhatian Anda yang sering kali memicu timbulnya rasa jengkel para orang tua.

Tidak dipungkiri lagi, rasanya kronologis di atas terasa sangat dekat dengan keseharian kita semua dan kerap sekali terjadi. Begitu situasi rumah yang diisi oleh kenakalan si kecil yang sulit diatur, biasanya kita akan menyalakan TV dan memutar film kartun kesayangan mereka. Hal ini merupakan salah satu cara yang para orang tua mau pun penjaga anak-anak kita lakukan. Kadang kala situasi seperti ini tidak dapat dihindari lagi. Tanpa disadari, orang tua yang baru tiba dari kantor kadang tidak mengetahui sudah berapa jam dalam sehari si kecil duduk di depan tabung kaca menonton film kesayangan mereka.

Diluar dari manfaat positif yang tentunya anak-anak juga dapatkan dari kegiatan menonton tv tentunya dalam asupan jam menonton yang wajar (tidak lebih dari 3 jam per hari), mari kita telaah kembali, segi lain dari efek dan dampak menonton aneka tayangan televisi baik itu film kartun dari DVD/VCD mau pun tayangan acara anak-anak dari berbagai siaran stasiun televisi.

Menurut salah satu artikel di Koran Courrier International edisi No. 811 pada bulan May 2006 yang lalu, jumlah waktu menonton TV pada anak-anak yang berlebihan ternyata dapat menurunkan daya imaginasi anak-anak. Hal ini dapat kita lihat bersama pada dua gambar di atas yang dibuat oleh dua orang anak yang berbeda :

1. Gambar yang dibuat oleh seorang anak dengan jumlah jam menonton tv < (kurang) dari 3 jam per hari
2. Gambar yang dibuat oleh seorang anak lagi dengan dengan jumlah jam menonton tv > (lebih) dari 3 jam per hari

Dari kedua gambar di atas membuka mata kita semua dengan jelas sekali perbedaan daya imaginasi anak-anak dalam memvisualisasikan sosok manusia (perempuan dan laki-laki). Pada gambar nomor 1, sang anak terlihat dapat memvisualisasikan sosok laki-laki memakai celana panjang dengan potongan rambut yang berbeda dengan sosok perempuan yang memakai rok, baju atasan dan potongan rambut panjang. Sementara pada gambar nomor 2, kemampuan daya imaginasi anak dalam memvisualisasikan sosok manusia ke dalam gambar terlihat sangat lemah, begitu juga dengan kemampuan dalam membedakan sosok laki-laki dan perempuan sama sekali tidak terlihat dibandingkan dengan anak yang menggambar di nomor 1.

Melihat kedua gambar di atas mengingatkan akan perkataan orang tua, bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Begitu juga dengan jumlah waktu yang anak-anak kita pergunakan untuk menonton TV, jika berlebihan dampak negatifnya banyak sekali, berbaris rapi, panjang, berikut efek dominonya dan tentu kita sebagai orang tua tak ingin hal-hal tersebut terjadi.

Kegiatan alternatif
Sebuah list panjang kegiatan alternatif sesuai dengan usia anak-anak dapat kita susun sebagai salah satu jalan keluar untuk mengurangi waktu menonton televisi mereka. Tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi di rumah masing-masing. Mulai dari mewarnai, bermain play doug, berbagai kegiatan art and craft, membaca buku, membacakan cerita kepada mereka, usahakan agar mereka bermain dengan mainan mereka, ciptakan kegiatan yang memicu anak untuk lebih banyak bergerak dengan menggunakan otot sensorik dan motorik yang memacu pertumbuhan dan perkembangan mereka dan mengurangi waktu menonton yang sangat monoton dengan hanya berdiam duduk tanpa banyak gerakan dan tentunya masih banyak kegiatan lainnya.

Kesimpulannya : batasi jumlah waktu buah hati kita di depan televisi, batas maksimum adalah 3 jam per hari. (Sylvie Gill)

Sumber : Koran Courrier International, No. 811, edisi bulan May 2006
Image : Hasil scanned dari Koran yang sama.


ReviewReviewReviewReviewReviewMenanamkan Rasa Saling Percaya dengan AnakJun 13, '06 10:41 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : June 13, 2006

1. Be There
Biarkan anak berbicara apa saja. Bagaimana hari mereka di sekolah? Ajukan juga pertanyaan seperti, “Perasaan kamu bagaimana?”. Biarkan anak untuk dapat mengekspresikan ide, perasaan dan kecemasan hati mereka. Jangan lupa untuk menjadi pendengar yang baik jika mereka sudah dapat memulai hal tersebut di atas. Hindari sikap mendikte mereka. Sebisa mungkin untuk dapat meluangkan waktu setiap kali mereka menginginkan keberadaan Anda, contohnya ketika mereka sedang mempunyai masalah. Dorong anak untuk dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan cara lain yang lebih kreatif, misalnya dengan menulisnya dalam catatan harian yang dapat ditinggalkan untuk Anda jika keseharian Anda lebih dominan di kantor atau mungkin dengan cara menggambarkan perasaan mereka melalui gambar hal ini mungkin hanya dapat diterapkan pada golongan usia anak tertentu.

2. Be Consistent
Sebaiknya Anda dapat meluangkan waktu untuk dapat berbicara dari hati ke hati dengan anak secara rutin. Hal ini dapat membuat anak merasa aman dan terlindungi. Terangkan juga mana hal yang baik dan buruk dan sekali lagi dalam hal ini, Anda dianjurkan untuk selalu konsisten.

3. Let Your "No" Be No
Jika Anda mengatakan “tidak” kepada anak Anda, pastikan bahwa mereka paham akan alasan mengapa Anda mengatakan kata “tidak” dan jangan lupa untuk selalu konsisten. Jika mereka mempertanyakan kebijaksanaan akan kata “tidak” Anda, hindari tindakan over-react karena hal ini justru akan memperburuk kepercayaan yang Anda sedang bangun dengan mereka. Anda juga dapat mengingatkan akan segala peraturan yang anak dan Anda telah sepakati dan konsekwensi yang mereka dapat jika hal ini dilanggar. Hindari berbicara dengan nada tinggi apalagi berteriak. Pada dasarnya anak hanya ingin mengetahui arti kata “tidak” Anda dan jangan lupa untuk mempertegas bahwa sekali tidak akan tetap tidak.

4. No Secrets
Berikan penjelasan kepada anak-anak bahwa alangkah tidak baiknya menyimpan rahasia diantara kalian berdua. (Sylvie Gill)

Sumber : Practical Parenting Advice
Image : Google Image Bank





ReviewReviewReviewReviewReviewDelapan Cara Menghadapi Kenakalan AnakJun 13, '06 10:34 PM
for everyone
Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : June 14, 2006

Kenakalan anak-anak kadang dapat memicu kemarahan kita sebagai orang tua dan bahkan ada yang sampai kehilangan kendali sehingga kasus pemukulan pun kadang kerap terjadi. Berikut ada 8 cara menanggulangi perilaku kenakalan anak–anak agar Anda juga tidak lepas kontrol. Semoga bermanfaat.

1. Buat peraturan
Terapkan peraturan pada anak-anak, seperti jam berapa mereka harus belajar, dsb. Buatlan peraturan yang sederhana, Anda dapat memulainya dengan membuat list ‘’Hal-hal yang boleh dan tidak boleh”. Diskusikan hal ini dengan anak-anak Anda, agar mereka mengerti dan konsekwensi apa yang akan mereka dapat jika melanggar peraturan yang telah Anda terapkan.

2. Mencegah lebih baik dari pada mengobati
Jika Anda merasa tingkah laku anak sudah mulai di luar dari normal, segera alihkan perhatiannya ke hal lain, seperti ajak bermain dengan mainan kesukaan mereka yang lainnya.

3. Pahami tingkah laku anak Anda
Identifikasi secara teratur perilaku kenakalan anak Anda. Jika memungkinkan tulislah setiap kali kenakalan anak Anda memuncak dalam sebuah catatan harian, terangkan dalam tulisan bagaimana kenakalan tersebut terjadi, pemicunya dan apa yang mereka lakukan setelah melakukan suatu kenakalan. Dari catatan Anda ini, kita dapat melihat pola dari perlikaku kenakalan mereka, seperti hal tersebut sebelumnya, apa saja pemicunya dan pertimbangkan segala akibat yang akan terjadi di waktu yang akan datang jika hal ini tidak Anda tindak lanjuti. Amati terus sekiranya apa yang menyebabkan kenakalan anak Anda. Tanyakan kepada diri Anda juga, apakah selama ini Anda sudah memberikan perhatian yang cukup? Jangan salahkan diri Anda jika melihat perilaku anak Anda yang kerap membuat diri kita pusing, tetapi carilah jalan keluarnya agar kenakalan mereka dapat kita atasi.

4. Menerapkan kedisiplinan
Cobalah untuk mengamati jenis tindakan kedisiplinan yang Anda terapkan kepada mereka, contohnya: minta mereka untuk berdiam barang sejenak di kursinya, dilarang bermain dengan mainan kesayangannya selama beberapa saat, dll. Kaji kembali apakah Anda cukup lunak terhadap segala kenakalan mereka? Atau mungkin kedisiplinan harus lebih dikencangkan lagi?

5. 5 Menit
Jika suasana semakin tegang dan kemarahan Anda dan sang anak sudah mulai memuncak, ingatlah untuk selalu dapat menahan dan meredam kemarahan Anda sedikitnya selama 5 menit. Ambil napas dalam-dalam dan bertanyalah dalam hati “Mengapa saya marah?”. Coba untuk mengidentifikasi permasalahan dan temukan jalan keluarnya.

6. Hindari memukul anak jika sedang marah
Sebuah riset menunjukkan bahwa memukul Anak tidak akan menolong Anda, apalagi jika pemukulan kepada anak-anak selagi hati Anda sedang dipenuhi amarah hal ini justru akan merusak jiwa Anak Anda. Hindari memukul Anak Anda jika dada Anda sedang dipenuhi rasa amarah. Memukul Anak-anak sebagai kompensasi dari tindakan kenakalan mereka sangat tidak efektif.

7. Jangan berteriak
Anda tentu tahu bahwa bahwa setiap luapan kata-kata Anda ketika kita tidak tahan melihat kenakalan anak juga dapat menyakitkan hati mereka. Hindarilah berteriak jika sedang dalam keadaan marah. Jika mereka melakukan kesalahan, ingatkan bahwa yang baru saja mereka lakukan adalah salah dan membuat Anda marah. Ingatlah: Be angry at what they did, NOT at who they are.

8. Get Away
Ketika rasa frustasi dan kemarahan sudah mulai menggandrungi Anda, akibat kenakalan mereka, usahakan rasa ini dapat Anda hilangkan tanpa harus menyakiti anak-anak. Teleponlah teman Anda untuk berbagi rasa atau titipkan Anak Anda kepada seseorang yang Anda percaya. Berikan waktu luang untuk dapat beristirahat sejenak kepada diri Anda sendiri, seperti berolah raga atau hanya untuk keluar dari rumah sejenak. Jangan hanya berdiam sendirian dengan mereka jika Anda sedang marah. (Sylvie Gill)

Sumber : Practical Parenting Advice
Image : BBC





Category:Other
Published in : We are Mommies Homepage
Date : 10 May 2006

Hari Anda begitu melelahkan dan buah hati Anda kebetulan sedang rewel. Anda tentunya kepingin sekali merebahkan diri barang sekejap tapi bagaimana dengan si kecil? Salah satu adalah dengan memasang TV selama 1 atau 2 jam dan membiarkan buah hati Anda untuk dapat duduk diam sebentar sementara anda dapat istirahat. Rasanya hampir semua Ibu pernah melakukan hal ini. Tapi jangan takut, Anda tidak sendiri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hampir semua anak-anak di mulai dari usia 2 tahun ke atas biasa menonton televisi sekitar 10 jam per minggunya. Dan statistik ini jauh berada di atas jumlah jam yang direkomendasikan oleh para ahli dengan asupan sekitar 1 jam per harinya.

Nah jika dikaji ulang rasanya kita merasa berdosa dengan membiarkan anak-anak kita menonton TV sendiri. Mestinya mereka diberikan kegiatan lain yang lebih menarik, karena kecanduan akan TV akan berakibat buruk ke depannya. Dimana anak-anak akan lebih menyukai duduk berjam-jam di depan TV daripada bermain, bereksplorasi dengan lingkungan sekitar, berimajinasi dengan menggambar, atau pun berinteraksi dengan Anda. Dan masih banyak hal lagi yang dapat dilakukan bersama dengan Anda. Semua kegiatan diatas dapat mengurangi kecanduannya akan TV dan program-program kesayangannya. Bukanlah sesuatu hal yang dilarang bagi anak-anak kita untuk menonton TV, tetapi kita sebagai orang tua harus mengontrol seminimal jumlah waktu yang mereka pergunakan untuk menonton TV.

Anda dapat memulainya dengan cara membuat jadwal dalam satu kesehariannya kapan dan jam berapa saja mereka diperbolehkan menonton TV, misalnya hanya 2 tayangan saja dalam seharinya. Tentunya Anda pun harus mendukung kegiatan ini semuanya karena mereka pun ingin melihat Anda melakukan hal yang sama. Berikut ada 10 tips yang dapat Anda pelajari untuk dapat mengurangi jumlah waktu anak menonton TV :

Tip #1: Tentukan jumlah waktu menonton dalam keluarga Anda per hari
Seberapa lama keluarga Anda menonton TV dalam seharinya ? Satu hal lagi, perhatikan juga jam anak Anda menonton TV, ini akan memberikan gambaran untuk Anda dalam menentukan jumlah waktu yang tepat bagi anak Anda. Ini juga termasuk bermain komputer mau pun TV Games contohnya. Pada dasarnya perhatikan kebiasaan Keluarga Anda dan tentukan jumlah waktu yang tepat untuk Anak Anda.

Tip #2: Rencanakanlah ketika akan menonton TV
Donald Shrifin, MD, seorang Pediatrician menyarankan agar kita membuat kesepakatan waktu untuk menonton TV bersama. Jangan hanya menonton TV secara tidak beraturan. Duduklah bersama anak-anak ketika mereka menonton TV dan perhatikan program apa yang mereka sukai dan usahakan menyediakan waktu pada program yang mereka sukai setiap harinya. Dengan dapat mematuhi jadwal program tersebut nantinya akan membangun kebiasaan mereka dengan hanya menonton TV hanya pada program yang merka sukai dan tentunya sesuai dengan usia mereka, ujuar Donal Shrifin, MD.

Tip #3: Jangan meletakkan TV di tengah ruangan
Percaya tidak percaya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak akan mempunyai minat menonton TV lebih banyak apabila TV berada di tengah ruangan, oleh karena itu akan lebih baik jika posisi TV di rumah Anda dipindahkan ke posisi lain, dan matikan TV jika program yang anak Anda sukai sudah selesai.

Tip #4: Matikan TV
Sebuah penelitan juga menunjukan bahwa 50% dari kita semua kebanyakan membiarkan TV tetap menyala meskipun kita tidak menontonnya. Dr. Shrifin juga menyatakan “Banyak dari para orang tua menggunakan televisi sebagai latar belakang dari kegiatan sehari-hari di dalam rumah” sementara kebiasaan ini dapat mengundang penggunaan berlebihan. Beliau juga menyarankan untuk memilih radio atau pun mendengarkan musik dari CD favorit keluarga jika ingin mendapatkan suasana yang berbeda di rumah.

Tip #5: Mulailah dengan segera
Tetapkan sebuah ‘larangan’ memasang TV pada waktu-waktu tertentu. Mulailah dengan mematikan TV ketika waktu makan. Tentunya akan ada keberatan dari anak-anak, tapi secara perlahan mereka akan menyesuaikan dengan keadaan bahwa TV menyala hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Tip #6: Ciptakan kegiatan lain

Ajak anak Anda untuk lebih banyak berimaginasi dengan kegiatan menggambar contohnya dengan crayons dan sejenisnya atau mewarnai, atau bahkan membacakan cerita atau bermain bersama.

Tip #7: Menyembunyikan beberapa mainannya
Nah, ini adalah salah satu cara baru bagi kita semua : Anda dapat menyembunyikan beberapa jenis mainannya yang tidak begitu menjadi favorit selama beberapa waktu agar mereka lupa. Begitu mainan tersebut Anda munculkan kembali, secara tidak langsung Anda memberikan sebuah mainan baru kepada anak Anda. Dan waktu yang digunakan anak Anda untuk bermain dengan ‘mainan baru’nya dapat mengisi waktu menonton TV dan pada saat yang bersamaan kita pun dapat berhemat.

Tip #8 : Mempersiapkan anak untuk masuk sekolah
Gunakan waktu menonton dengan mengajarkan anak Anda, Alphabet. Satu per satu huruf Anda mulai perkenalkan berikut kata yang menyangkut ke huruf tersebut.

Tip #9 : Minta anak untuk membantu Anda
Anak-anak akan menjadi sangat antusias dalam membantu Anda. Cobalah untuk melibatkan mereka dalam kegiatan Anda sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah contohnya dengan memberikan mereka sebuah sikat kecil untuk membersihkan wortel dll.

Tip #10 : Bernyanyi bersama
Rasanya hampir semua anak-anak menyukai irama. Lagu seperti ‘Bintang Kecil’ tentunya akan membantu daya hayal anak Anda dan pada saat yang bersamaan membangun daya bicaranya. Lagu anak-anak yang didengar melalui kaset/CD sangat membantu daya dengar mereka juga terutama dalam membedakan berbagai macam suara yang sangat diperlukan suatu hari nanti ketika mereka akan belajar membaca.
(Sylvie Gill)

Sumber: The Healthy Kids
Image : Yahoo Image Banks




Category:Other
Publiished in : We are Mommies Homepage
Date : 10 May 2006

Laptop Anda tersiram kopi? Kecelakaan seperti Laptop yang terkena tumpahan teh atau pun minuman dari cangkir/gelas yang tersenggol tangan rasanya kerap terjadi. Jika ini terjadi pada Anda, berikut beberapa step emergency yang dapat Anda lakukan sebelum mengirim sang laptop untuk diperbaiki :

1. Matikan laptop Anda segera mungkin. Kombinasi antara cairan dan listrik akan membuat sebuah short-circuit pada bagian dalamnya.

2. Keringkan bagian yang basah, sebisa mungkin serap semua cairan yang terlihat.

3. Cabut semua bagian luar dari laptop Anda ini termasuk, kabel power utama, kabel printer, kabel mouse, modem cards dan battery.

4. Keringkan lagi cairan dengan cara memiringkan dan membalikkan laptop. Hati-hati jika melakukan hal ini, jangan sampai mengocok laptop terlalu keras.

5. Pergunakan mesin pengering rambut, pilih tombol untuk mengeluarkan hawa dingin pada mesin dan coba keringkan bagian laptop yang tertumpah cairan.

6. Biarkan computer untuk mongering dalam jangka waktu kurang lebih 24 jam, baru kemudian dicoba untuk memasang kembali semua kabel-kabelnya dan menyalakannya kembali. Banyak orang yang tidak sabar dan mencoba menyalakan kembali laptop mereka setelah proses pembersihan di atas dilakukan, tetapi hal ini justru akan membuat short-circuit pada laptop.

7. Laptop masih juga tidak dapat bekerja seperti semula? Bawalah ke tempat ahli untuk memperbaiki laptop Anda dengan segera. (Sylvie Gill)

Sumber : Herworld
Image : Yahoo Image Banks



Category:Other
Published in : We Are Mommies Homepage
Date : April 11, 2006
Oleh : Sylvie Gill

Si Kecil Anda sudah mulai dapat berbohong ? Bagaimana menyikapi dan menghentikannya? Mari kita bersama-sama mengetahui terlebih dahulu penyebab mengapa mereka berbohong.

Penyebab
Anak-anak berusia di bawah 6 tahun sering sekali berbicara mau pun bercerita tentang banyak hal, mulai dari kejadian sungguhan yang mereka alami sehari-hari contohnya mau pun hasil dari daya khayal mereka. Apalagi jika mereka baru saja menonton film kartun hero mereka sebagai satu salah contohnya. Kadangkala mereka pun cenderung mengalami kesulitan untuk membedakan antara yang nyata dan khayalan dari cerita-cerita mereka. Kalau anak Anda sering bercerita sesuatu hal yang dilebih-lebihkan dan sulit dipercaya karena telah dibumbui oleh daya khayalnya hal ini tidak termasuk kategori berbohong. Biasanya hal ini terjadi sebagai salah satu cara mereka dalam mengekspresikan imaginasi mereka dan tidak begitu membahayakan perkembangan mereka ke depannya.

Akan tetapi, jika Anak Anda sudah berusia di atas 6 tahun dan kebiasaan di atas masih terus berlangsung, hal ini harus disikapi lebih seksama. Mengapa? Karena hal ini akan membahayakan mereka terutama kebingungan-kebingungan yang semakin mendalam dan serius dalam membedakan antara hal yang nyata dan khayalan. Dari titik ini, kebohongan sudah akan mulai terjadi. Nah, jika ini terjadi pada buah hati Anda, carilah penyebab mengapa anak Anda berbohong dan bagaimana menghentikannya.

Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan Anak berbohong. Berikut adalah beberapa penyebabnya :

• Ketakutan akan mengecewakan orang tua
• Menghindari hukuman
• Mencari perhatian
• Minta pertolongan
• Menghindari situasi yang menekan
• Meniru tingkah laku orang dewasa sekitarnya

Solusi
Berhadapan dengan anak yang kerap berbohong kadang cukup menyulitkan. Kebanyakan reaksi alamiah yang keluar dari pihak orang tua adalah dengan cara memberikan hukuman untuk setiap kebohongan Anak. Tetapi hal ini akan menolong, bahkan memicu Anak agar berbohong lebih mahir lagi di kesempatan berikutnya. Nah, sebagai pengganti hukuman, coba beberapa petunjuk berikut untuk menangani kebohongan Anak:

1. Jelaskan bahwa Anda mengetahui akan ketidakjujurannya.

2. Hindari tindakan berlebihan. Hukuman yang lebih berat hanya akan menciptakan kebohongan-kebohonan berikutnya.

3. Terangkan bahwa situasi akan menjadi lebih baik jika mereka berkata jujur daripada berbohong.

4. Ajukan alternatif lain selain berbohong, contohnya menerima kesalahan dan bagaimana memperbaiki kesalahan tersebut.

5. Gali lebih jauh lagi penyebab kebohongan mereka, jika kebohongan itu disebabkan karena mereka ingin berbuat sesuatu demi memenuhi harapan Anda, terangkan bahwa Anda akan lebih kecewa karena dibohongi oleh mereka dibandingkan menerima hasil ulangan sekolah contohnya.

6. Beri contoh dengan menjadi sosok yang jujur kepada Anak Anda dan jelaskan bahwa Anda mengharapkan Anak Anda juga melakukan hal yang sama.

Jika sang Anak masih terus berbohong dan semakin sering, sudah saatnya untuk menghubungi psikolog untuk mendiskusikan jalan keluar yang terbaik. (Sylvie Gill)


Sumber: The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry; Caring for Your School-Age Child: Ages 5-12 (Bantam, 1999)
Photo : Yahoo Image Banks



Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help